Ini Cara Tepat Pengobatan Anemia

Sumber : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/anemia/mendapatkan-pengobatan-anemia-yang-tepat/

Jenis pengobatan anemia bergantung pada kondisi dan penyebab anemia yang diderita masing-masing pasien. Umumnya, kondisi yang memicu anemia adalah kekurangan vitamin dan zat besi, penyakit kronis, atau penyakit turun-temurun.

Orang yang menderita anemia memiliki lebih rendah jumlah sel darah merah atau hemoglobin normal. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ada tiga penyebab utama anemia, yaitu:

  • Kehilangan darah, baik pendarahan tiba-tiba atau perdarahan internal lambat
  • Produksi sel darah merah oleh tubuh relatif rendah
  • Tingginya tingkat sel darah merah yang hancur

Pengobatan anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi merupakan jenis yang paling umum dari anemia. Jika zat besi di dalam darah Anda rendah, tubuh tidak dapat membuat hemoglobin. Penyebab umum anemia defisiensi besi adalah pola makanan yang buruk, ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi, atau kehilangan darah. Anak-anak dan wanita usia subur sangat rentan terkena anemia defisiensi besi.

Pada anak-anak, jenis anemia ini biasanya berhubungan dengan pola makan. Anak-anak yang minum susu terlalu banyak mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan lain.

Jenis anemia ini umumnya diatasi dengan suplemen zat besi (biasanya dalam bentuk pil), dan perubahan pola makan. Konsumsi lebih banyak makanan kaya zat besi dapat mencegah anemia semakin memburuk, tetapi tidak dapat mengobati kekurangan asupan zat besi.

Kehilangan darah saat menstruasi berat, terutama pada remaja dan wanita muda, merupakan penyebab lain dari anemia defisiensi besi. Rogers mengatakan, kontrasepsi oral dan suntikan Depo-Provera dapat menghambat darah keluar terlalu banyak dan mengurangi kemungkinan anemia pada wanita.

Pada orang tua, anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh kehilangan darah akibat perdarahan gastrointestinal dari kanker usus besar, penggunaan alkohol (penyebab tukak lambung), atau masalah usus non-kanker. Dokter akan mendiagnosis penyebab pendarahan dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Setelah dokter menentukan penyebab dan letak pendarahan, suplemen akan diberikan untuk menggantikan zat besi yang hilang. Pada beberapa kasus, suplemen tidak bekerja atau tubuh pasien tidak dapat menerima pil zat besi karena sembelit atau efek samping lainnya. Pasien dengan kasus seperti ini dapat diobati dengan intravena (IV) zat besi lewat saluran pencernaan.

Pengobatan anemia untuk kasus kekurangan vitamin

Rendahnya tingkat vitamin B-12 dan folat adalah penyebab umum dari anemia defisiensi vitamin. Orang yang berisiko tertinggi terkena anemia jenis ini adalah:

  • Orangtua. Tubuh orang tua mungkin tidak mampu menyerap nutrisi secara optimal. Dalam kasus lain, asupan makanan rendah vitamin juga mungkin menjadi pemicu anemia.
  • Pelaku penyalahgunaan obat. Pecandu mungkin tidak mendapatkan diet seimbang, sementara pecandu alkohol mungkin mendapatkan sebagian besar kalori dari minum-minuman keras.
  • Beberapa pasien bedah. Orang yang pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian usus kecil mungkin tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik.

Pengobatan yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki pola makan secara keseluruhan, mengkonsumsi suplemen asam folat untuk kekurangan folat, dan mendapatkan suntikan untuk kasus kekurangan vitamin B-12.

Pengobatan anemia untuk penyakit kronis

Penyakit tahunan atau kronis juga dapat menyebabkan anemia. Risiko anemia yang paling tinggi terjadi pada penderita penyakit inflamasi atau autoimun, penyakit ginjal, beberapa jenis kanker, gangguan hati atau tiroid, dan infeksi kronis tertentu.

Menurut Rogers, penyakit di atas menyebabkan peradangan yang mencegah tubuh untuk menggunakan zat besi dalam pembuatan sel-sel darah merah yang sehat. Kondisi ini juga menghalangi ginjal dalam membuat hormon yang memberi sinyal sumsum tulang untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Anemia akan berangsur membaik ketika penyakit yang memicu anemia berhasil diobati.

Pasien penyakit ginjal dan pasien kanker yang menjalani kemoterapi terkadang menerima pengobatan untuk merangsang produksi sel darah merah. Namun baru-baru ini, keamanan obat itu dipertanyakan. Terapi pengobatan tersebut membutuhkan peran hematologi dan diskusi lebih lanjut.

Terapi kanker, terutama kemoterapi, dapat menyebabkan anemia sehingga pengobatan tergantung pada tingkat keparahan.

Pengobatan anemia untuk penyakit turunan

Orang tua dengan gen tertentu dapat menularkan penyakit anemia untuk anak-anaknya. Walalupun banyak jenisnya, anemia herediter terbagi ke dalam dua kategori, yaitu:

  • Anemia hemolitik: suatu kondisi ketika sel-sel darah merah hancur terlalu cepat. Penyakit sel sabit dan thalassemia masuk ke dalam kategori ini. Pengobatan tiap pasien bergantung pada jenis, gejala, dan tingkat keparahan anemia yang spesifik. Selama perawatan, dokter akan mengamati jumlah dan pertumbuhan sel darah (pada anak-anak) dan memantau pengembangan batu empedu. Perawatan untuk anemia hemolitik adalah steroid dan transfusi darah.
  • Inherited bone marrow failure syndromes (IBMFS): gangguan langka ketika sumsum tidak memproduksi sel darah yang cukup, termasuk sel darah merah. Jenis anemia yang termasuk ke dalam IBMFS adalah aplastik anemia dan Fanconi anemia. Beberapa pasien dengan IBMFS akhirnya dapat terkena leukemia atau kanker lain.

Penanganan setiap jenis anemia herediter pastinya berbeda, tetapi dalam semua kasus, dokter akan memantau jumlah sel darah dan melakukan tes sumsum tulang dan kromosom yang dilakukan secara rutin. Perawatan yang dapat diberikan adalah steroid, hormon, dan obat-obatan untuk merangsang produksi sel darah, atau transfusi darah. Antibiotik sebagai pencegah infeksi akan diberikan bila diperlukan.

Pada beberapa kasus, pasien dengan anemia herediter menjalani transplantasi tulang atau sel induk. Walaupun efektif menyembuhkan anemia, pengobatan ini tidak terlepas dari risiko.

www.000webhost.com